Uncategorized

Dongeng : Peri Danau Wildsee 

Pada suatu ketika, ada seorang penggembala yang menggembalakan biri birinya di bukit. Bukit yang hijau dengan banyak pepohonan dan rumput yang segar bagi biri birinya. Saat mendekat ke arah danau di bukit itu, penggembala mendengar petikan suara harpa yang sangat indah. Penggembala itu tertarik akan merdunya petikan suara harpa. Ia meninggalkan ternaknya lalu mendekat ke arah danau, danau itu disebut danau Wildsee. 

Semakin dekat dengan danau, ia mencium wangi bunga mawar yang sangat harum. Dari kejauhan penggembala melihat seorang peri yang sangat cantik dan anggun sedang memainkan harpanya dengan penuh kelembutan. Namun saat peri menyadari kehadiran penggembala, ia terkejut dan berhenti memainkan harpanya. Peri mengingatkan kepada penggembala itu, “Perkenalkan, aku adalah Mellfee, seorang peri pemain harpa. Tetapi berhati hatilah, danau ini akan menelanmu jika kau memanggil namaku.” 

Sejak pertemuan itu, penggembala selalu memikirkan dan merindukan sang peri, ia jatuh hati pada peri di danau Wildsee. Penggembala itu berharap dapat menjumpai peri kembali. Di suatu sore, ketika penggembala dalam perjalanan pulang setelah menggembalakan ternaknya, ia bertemu dengan kakek tua yang bijaksana. Kakek tua itu memahami keadaan penggembala dan berkata, “Pergilah menjauh darinya, nak… Kau akan aman dengan melupakan peri itu.”

Tetapi kerinduan penggembala itu semakin mendalam, ia sangat ingin bertemu dengan peri Mellfee. Akhirnya penggembala pergi ke danau, dengan penuh harap ia mencari peri cantik itu namun tidak ditemukannya. Dalam keputusasaan penggembala tanpa sadar memanggil, “Mellfee, Mellfee, dimana engkau?” Tiba tiba setangkai mawar merah yang merekah indah, muncul di tengah tengah danau. Penggembala berusaha meraih mawar itu namun ia tergelincir dan jatuh tenggelam, danau Wildsee menelan penggembala yang malang itu.

Pesan Dongeng : Ingat dan lakukanlah nasehat baik yang diberikan oleh orangtua ataupun seorang dewasa yang telah memiliki banyak pengalaman.

Uncategorized

Dongeng Anak : Bebek Buruk Rupa

Musim semi tiba dan ibu bebek sedang mengerami telur telurnya. Suatu hari telur – telurnya mulai menetas. Tak lama,  enam anak bebek kecil dan lucu serta satu anak bebek abu – abu besar keluar dari telur – telur tersebut. Anak bebek abu – abu memiliki mata besar dan tampak buruk rupa,  tetapi Ibu Bebek menyayanginya. 

Terkadang Si Bebek Buruk Rupa merasa sedih karena ia tak sama seperti saudara – saudaranya, dan mereka tak mau bermain dengannya. Setiap hari ia pergi ke kolam dan bertanya pada burung, “Apakah kalian tahu bebek lainnya yang memiliki bulu abu – abu? “. Namun mereka semua menjawab tidak tahu. Si Bebek Buruk Rupa tak bertanya pada para angsa karena ia merasa malu. Angsa memiliki leher panjang dan bulu putih. Mereka sangat cantik. Ia melihat dirinya di kolam,  dan merasa lebih sedih lagi.

Musim dingin tiba, Ibu Bebek membawa anak – anaknya ke dalam lumbung yang hangat. Si Bebek Buruk Rupa tak sabar ingin ke kolam lagi. Ia ingin melihat para angsa yang cantik. Tak lama kemudian,  musim semi datang kembali,  dan Si Bebek Buruk Rupa berlari ke kolam. Si Bebek Buruk Rupa melihat bayangan dirinya di kolam dan terkejut, “Apakah itu aku? ” Ia bertanya. Si Bebek Buruk Rupa melihat,  ia bukanlah bebek buruk rupa lagi,  ia menjadi angsa yang cantik! Semua angsa lainnya mau berteman dengannya. “Kami semua angsa sepertimu!” kata mereka. “Kami senang berkenalan denganmu.”

Si Bebek Buruk Rupa yang kini menjadi angsa muda yang cantik pun tersenyum,  ia menggerakkan bulunya, melengkungkan lehernya yang ramping dan berteriak bahagia, “Aku tak pernah bermimpi ini terjadi. Aku sangat bahagia!”

Uncategorized

Dongeng Gadis Kecil Penjual Korek Api

Dongeng Gadis Kecil Penjual Korek Api ditulis oleh Hans Christian Andersen dengan judul The Little Match Girl yang diterbitkan pada tahun 1846.

Plot :

Pada hari Natal yang dingin di Saint Petersburg, sebelum terjadinya Revolusi Rusia, seorang gadis miskin bekerja dengan menjual korek api di jalan jalan, tetapi semua orang benar benar tidak mempedulikannya dan berlalu tanpa melihatnya. Malam itu, gadis kecil itu berjalan di gang bersalju sambil berharap dapat menghangatkan dirinya melawan udara dingin. 

Akhirnya dia memutuskan untuk menyalakan beberapa korek api yang dimilikinya untuk sedikit menghangatkan tubuhnya. Saat  korek api dibakar,  dia mulai berilusi berada di sebuah rumah yang hangat,  ada cukup makanan untuk ia makan dan duduk bersama neneknya yang sangat dikasihinya yang telah lama meninggal. Gadis kecil itu menggunakan semua korek api yang dimilikinya,  ia ingin melihat ilusi bersama neneknya lagi, tapi kemudian sang gadis kecil meninggal karena kedinginan. 

Keesokan paginya neneknya menemukannya dan membawanya ke surga. Lalu sebuah bintang jatuh di langit, yang berarti bahwa seseorang telah meninggal.

Uncategorized

Dongeng Rapunzel

Rapunzel (ə p ʌ əl /) adalah dongeng dari Jerman yang diterbitkan pada tahun 1812 dalam buku dongeng yang disusun oleh Grimm Brothers.

Plot :

Sepasang suami istri yang sangat merindukan seorang anak dan menanti nantikan kelahiran anaknya,  tinggal disebuah rumah sederhana disebelah kebun tanaman milik seorang penyihir jahat bernama Dame Gothel. Sang istri yang sedang mengandung memberitahu suaminya bahwa ia sangat menginginkan masakan yang diolah dari tanaman rampion yang hanya tumbuh di kebun penyihir jahat. Suatu malam,  suaminya mengendap endap masuk ke dalam kebun itu untuk mendapatkan tanaman rampion. Kemudian diolahnya tanaman itu menjadi salad untuk istrinya dan dengan rakus istrinya memakan salad rampion. Rasanya sangat lezat sehingga istrinya menginginkannya lebih lagi. Jadi sang suami harus pergi untuk mendapatkan beberapa rampion dari kebun itu untuk kedua kalinya. 

Namun kali ini,  saat sang suami sedang memanjat pagar kebun untuk kembali ke rumah, Dame Gothel menangkapnya dan menuduhnya mencuri. Ia memohon belas kasihan pada Dame Gothel,  Gothel bersedia melepaskannya dan membiarkan dia mengambil semua tanaman rampion yang diinginkannya,  dengan syarat bahwa saat bayi yang dikandung istrinya itu telah lahir,  ia harus menyerahkan bayi itu pada Dame Gothel. Dengan putus asa dan ketakutan,  sang suami pun setuju pada kesepakatan itu. 

Ketika bayi perempuan lahir, Dame Gothel membawanya dan dirawatnya bayi itu serta memberikan nama Rapunzel padanya. Rapunzel tumbuh menjadi gadis yang paling cantik di seluruh dunia dengan rambut panjangnya yang berwarna keemasan. Namun saat Rapunzel berusia dua belas tahun,  Dame Gothel mengurungnya di sebuah menara di tengah hutan, menara yang tidak ada tangga ataupun pintunya, hanya ada satu ruangan dan satu jendela. Ketika Dame Gothel mengunjungi Rapunzel, Ia berdiri dibawah menara dan memanggil : “Rapunzel,  Rapunzel,  turunkan rambutmu,  supaya saya bisa memanjat rambut emasmu.”

Suatu hari,  seorang pangeran masuk ke hutan dan mendengar Rapunzel bernyanyi dari atas menara. Karena terpikat oleh suara lembut itu,  pangeran mencari dan kemudian menemukan menara,  tapi ia tidak dapat memasukinya. Pangeran sering kembali ke menara untuk mendengar nyanyian indah Rapunzel, dan suatu kali pangeran melihat Dame Gothel mengunjungi Rapunzel,  lalu memperhatikan bagaimana cara untuk bertemu Rapunzel. Ketika Dame Gothel pergi, Pangeran memanggil Rapunzel seperti cara sang penyihir, lalu Rapunzel menurunkan rambutnya. Setelah memanjat rambut emas Rapunzel, pangeran berkenalan dan akhirnya meminta Rapunzel untuk menikah dengannya. Rapunzel pun setuju.

Mereka berdua bersama sama berencana untuk membebaskan Rapunzel, sang pangeran akan datang setiap malam untuk menghindari Dame Gothel yang selalu datang saat siang dan membawakan Rapunzel sepotong sutra,  yang akan ia tenun menjadi seperti rambut emasnya.  Sebelum rencananya berhasil,  Rapunzel yang lugu terlupa dan bertanya pada Dame Gothel mengapa lebih mudah baginya mengangkut pangeran dengan rambutnya daripada mengangkut Dame Gothel. Mengetahui ada seorang pangeran yang ditemui, Dame Gothel marah dan memotong rambut emas Rapunzel, membawa Rapunzel ke padang gurun dan membiarkannya sendirian disana. 

Ketika malam datang,  pangeran memanggil Rapunzel dari bawah menara, tetapi Dame Gothel yang jahat menurunkan rambut emas Rapunzel yang telah dipotongnya untuk mengangkut pangeran. Dengan ngeri dan terkejut, pangeran menemukan Dame Gothel di atas menara. Ketika Dame Gothel mengatakan sang pangeran tidak akan pernah melihat Rapunzel lagi, Dame Gothel mendorong pangeran ke duri dan pangeran menjadi buta. 

Selama berbulan bulan pangeran mengembara di tanah terlantar, akhirnya ia tiba di padang gurun dimana Rapunzel sekarang tinggal. Suatu hari saat Rapunzel bernyanyi,  pangeran mendengar suaranya lagi dan mereka bertemu kembali. Ketika mereka berpelukan,  air mata Rapunzel menetes mengenai mata pangeran dan mengembalikan penglihatan pangeran. Pangeran dan Rapunzel kembali ke kerajaan dimana mereka hidup bahagia selamanya. 

Uncategorized

Dongeng Cinderella 

Dongeng Cinderella dalam versi yang ditulis dalam bahasa Prancis oleh Charles Perrault pada tahun 1697 dengan judul asli “Cendrillon”.

Plot :

Pada suatu waktu, ada seorang duda kaya yang menikahi seorang wanita angkuh dan sombong sebagai istri keduanya. Wanita angkuh ini memiliki dua anak perempuan yang sama sama egois dan selalu memikirkan dirinya sendiri. Sang pria memiliki seorang putri muda yang cantik,  seorang gadis yang sangat baik dan manis. 

Putri pria itu dipaksa menjadi pelayan, ia harus bekerja siang dan malam melakukan pekerjaan kasar. Setelah tugas tugasnya dilakukan sepanjang hari,  ia akan meringkuk didekat perapian untuk menjaga tubuhnya agar tetap hangat. Ia sering terlihat kotor dan penuh debu,  sehingga ia dijuluki “Cinderella” atau gadis abu oleh saudara tirinya. Cinderella menanggung dengan sabar dan tidak berani mengatakan perlakuan jahat saudara tiri dan ibu tirinya kepada ayahnya, supaya ia tidak dimarahi. 

Suatu hari,  Pangeran mengundang semua wanita muda untuk hadir pada pesta dansa kerajaan, sang pangeran akan memilih salah seorang gadis untuk menjadi istrinya. Kedua saudara tiri sangat bergembira dan memilih gaun terindah untuk menghadiri pesta dansa, sambil merendahkan dan mengatakan pada Cinderella bahwa pelayan tidak diundang dalam pesta. 

Pada malam itu,  ibu tiri bersama dengan kedua saudara tiri berangkat ke kerajaan dengan senangnya, namun Cinderella yang hanya dapat menunggu dirumah menangis dan bersedih. Tiba – tiba Ibu Peri muncul dan mulai mengubah Cinderella yang masih berpakaian pelayan menjadi gadis cantik yang anggun supaya Cinderella dapat menghadiri pesta. Dengan keajaiban yang dimiliki, sang Ibu Peri mengucapkan mantra lalu mengubah labu menjadi kereta kencana, dua ekor tikus menjadi kuda yang gagah, seekor tikus menjadi kusir dan seekor kadal menjadi penjaga kereta. Serta mengubah pakaian lusuh Cinderella  menjadi gaun permata yang indah,  lengkap dengan sepasang sepatu kaca. Ibu Peri memperbolehkannya untuk menikmati pesta dansa, tetapi Cinderella  diperingatkan bahwa ia harus kembali ke rumah sebelum tengah malam, sebelum mantranya menjadi rusak. 

Saat pesta dansa kerajaan tengah berlangsung,  tibalah Cinderella di kerajaan dan semua orang yang hadir terpesona pada Cinderella, terutama sang Pangeran. Pada pesta dansa pertama ini,  Cinderella ingat untuk meninggalkan pesta sebelum tengah malam. Saat kembali ke rumah,  Cinderella mengucapkan terimakasih kepada Ibu Perinya. Ia segera bersiap siap menyambut kepulangan ibu tiri dan saudara tirinya,  yang tidak mengenali Cinderella saat di pesta dansa, namun mereka memperbincangkan tentang gadis cantik di pesta. Pesta dansa selanjutnya diadakan dimalam berikutnya, Cinderella menghadiri kembali pesta dansa dengan bantuan Ibu Perinya. Pangeran telah menjadi lebih jatuh hati, dan Cinderella yang juga terpikat pada Pangeran melupakan waktu saatnya ia harus pulang dan meninggalkan Pangeran pada saat saat terakhir tengah malam, Ia tergesa gesa sehingga kehilangan salah satu sepatu kacanya di tangga istana. Pangeran mengejarnya,  tetapi diluar istana,  para penjaga hanya melihat seorang gadis desa yang sederhana. 

Pangeran menemukan sepatu kaca yang tertinggal dan berjanji untuk menemukan gadis yang telah membuatnya jatuh hati. Sementara itu, Cinderella juga memiliki sebelah bagian sepatu kacanya,  yang tidak menghilang walaupun mantranya rusak. Pangeran mengadakan sayembara untuk menemukan pemilik sepatu kaca dengan mencobakan sepatu pada semua gadis di kerajaan. Ketika Pangeran tiba di rumah Cinderella, kedua saudara tiri mencoba memakai sepatu kacanya namun sia sia. Cinderella meminta untuk mencoba,  sedangkan saudara tirinya mengejeknya. Tentu, sepatu kaca itu sesuai dan dengan anggun dikenakannya, kemudian ditunjukannya sebelah bagian sepatu kaca yang dimilikinya. Mengetahui hal ini, ibu tiri dan saudara tirinya meminta maaf juga menyadari kesalahannya yang diperbuat selama ini,  Cinderella dengan rendah hati mau memaafkan juga menerima ibu tiri dan saudara tirinya. Cinderella menikah dengan pangeran, dan kedua saudara tirinya menikah dengan dua pria tampan dari istana.

Uncategorized

Dongeng Sleeping Beauty (Putri Tidur) 

Dongeng Sleeping Beauty atau dalam bahasa Perancis : “La Belle au bois dormant” kisah aslinya diterbitkan Charles Perrault pada tahun 1697. Kisah ini juga diterbitkan oleh Grimm Brothers dengan judul “Little Briar Rose” yang dalam bahasa Jerman : “Dornröschen”.

Plot :

Raja Stefan dan Ratu Leah berbahagia menantikan kelahiran putri mereka, Putri Aurora. Setelah Putri Aurora dilahirkan, Raja mengadakan pesta besar dan upacara pembaptisan bagi sang putri kecil. Pada pesta ini,  sang putri kecil ditunangkan dengan Pangeran Phillip. Pangeran Phillip adalah putra dari Raja Hubert, pertunangan ini diadakan agar kerajaan mereka selalu bersatu. 

Diantara para tamu ada tiga peri baik yang bernama Flora,  Fauna dan Merryweather, yang datang untuk memberkati sang putri kecil dengan keajaiban.  Flora memberikan berkat keindahan dan Fauna memberikan suara yang merdu. Tepat sebelum Merryweather dapat memberikan berkatnya untuk sang putri kecil,  peri jahat tiba – tiba muncul. Peri jahat Maleficent marah dan kecewa tidak diundang dalam pesta kerajaan, Maleficent mengutuk sang putri dan mengatakan bahwa sebelum matahari terbenam pada hari ulang tahun ke enam belas, sang putri akan menusukkan jarinya pada alat pemintal benang pada poros roda yang berputar dan mati. Setelah peri jahat tertawa senang,  peri baik Merryweather menggunakan sihirnya untuk melemahkan kutukan sehingga Aurora tidak mati namun akan masuk ke dalam tidur panjang dan hanya dapat dibangunkan oleh ciuman cinta sejati. 

Raja Stefan takut akan kutukan yang membuat putrinya tertidur untuk selamanya,  maka sang Raja memerintahkan seluruh kerajaan untuk mengumpulkan alat pemintal benang dan membakarnya. Peri – peri baik tidak yakin ini cukup untuk menjaga Putri Aurora tetap aman,  sehingga mereka membawa Putri Aurora ke pondok kecil di hutan, peri – peri hidup sebagai manusia untuk menjaga Putri Aurora sampai hari ulang tahunnya yang ke enam belas. 

Bertahun – tahun kemudian, Putri Aurora yang selama ini hidup bersama peri, diberi nama Briar Rose,  ia telah tumbuh menjadi seorang gadis muda yang sangat cantik. Pada hari ulang tahunnya yang ke enam belas, ketiga peri meminta Rose untuk mengumpulkan buah di hutan sehingga mereka dapat mempersiapkan pesta kejutan untuknya. Sementara itu,  Maleficent terus mencari cari dan mengutus gagaknya Diablo juga pasukan jahatnya untuk menemukan Aurora. Mereka terus mengalami kegagalan dalam pencarian di seluruh kerajaan selama enam belas tahun. 

Di hutan, terdengar suara nyanyian Rose, suara merdu itu menarik perhatian Pangeran Phillip yang saat ini telah dewasa dan menjadi seorang pemuda tampan. Mereka jatuh cinta saat bertemu,  tanpa mengetahui bahwa mereka telah bertunangan bertahun – tahun yang lalu. Mereka berkenalan dan Rose menunjukkan letak pondok kecil tempat tinggalnya, tanpa sempat memberitahu nama masing – masing. 

Ketiga peri mengalami kesulitan dalam menjahit gaun pesta untuk Rose dan menyipkan kue ulang tahun tanpa sama sekali menggunakan keajaiban sihirnya. Saat mereka berebut menentukan warna gaun Rose, asap yang keluar dari cerobong pondok menarik perhatian Diablo. Rose tiba dan peri mulai menceritakan kebenaran tentang kerajaan, pesta, pertunangannya dengan pangeran, dan Rose pun menyampaikan kejadian yang baru saja dialaminya, ketiga peri yang mendengar cerita Rose mengenai cinta yang baru saja ditemuinya, tentu tidak setuju. Rose patah hati lalu segera pergi meninggalkan pondok. Diablo si gagak yang mendengar perbincangan itu pergi memberitahukan apa yang didengarnya kepada Maleficent. 

Pada saat yang sama, Pangeran Phillip memberitahu ayahnya tentang seorang gadis di pondok kecil di hutan yang ia temui dan ia sangat jatuh hati pada gadis itu. Raja Hubert yang bijaksana itu gagal untuk meyakinkan pangeran mengenai pertunangannya dan meninggalkannya dalam kekecewaan.

Pada malam itu,  Maleficent memancing Putri Aurora untuk datang ke istana. Maleficent membuat sang putri menemukan alat pemintal benang, menusuk jarinya pada poros roda yang berputar dan membawa Putri Aurora ke dalam tidur panjang. Peri jahat menempatkan Putri Aurora di tempat tidur di menara tertinggi istana dan memberikan sihir pada semua orang di istana agar tertidur pulas. 

Flora menyadari bahwa Pangeran Phillip adalah orang asing yang ditemui dan dicintai Putri Aurora.  Namun,  Pangeran Phillip telah disergap dan diculik oleh Maleficent dan pasukannya. Mereka membawa pangeran ke kastil di Gunung Terlarang dan memenjarakannya di ruang bawah tanah. Maleficent menunjukkan pada Pangeran Philip bahwa gadis yang dicintainya sekarang telah tidur untuk selamanya. Maleficent berencana memenjarakan pangeran hingga ia menjadi pria tua yang lemah dan renta, agar pangeran tidak dapat membebaskan sang putri tidur dari kutukan. 

Setelah peri jahat pergi dari kastil, ketiga peri baik yang baru saja tiba segera menemukan dan melepaskan Pangeran Phillip, mempersenjatai pangeran dengan Pedang Kebenaran dan Tameng Kebajikan. Peri dan pangeran melarikan diri dari kastil, berangkat menuju istana dimana Putri Aurora berada. Merryweather mengubah Diablo menjadi batu, tapi Diablo telah memberi peringatan kepada Maleficent untuk datang. Maleficent mencoba menghentikan mereka dengan serangkaian petir, dan menyihir hutan duri untuk mengelilingi istana,  tapi semua usahanya gagal.  Saat di gerbang istana Maleficent berubah menjadi raksasa naga untuk melawan pangeran. Pertempuran mencapai tebing,  saat semburan api naga jahat itu menyebabkan pangeran kehilangan perisai. Ketiga peri terbang memberi bantuan pada Pangeran Phillip, memberkatinya dengan semua sihir mereka, kemudian pangeran melempar pedang langsung ke jantung Maleficent. Karena terluka parah, Maleficent jatuh dari atas tebing. 

Ketika peri jahat musnah,  hutan duri menghilang. Pangeran dan ketiga peri masuk ke istana. Di menara tertinggi pangeran menemukan cinta sejatinya, masih tertidur. Dia mencium Putri Aurora dan putri terbangun, kutukan pun hilang dan semua orang diistana pun bangun dari tidurnya. Putri Aurora bertemu kembali dengan orangtuany dan memeluk mereka dengan kehangatan. 

Putri Aurora berdansa dengan Pangeran Phillip di ruangan istana, sementara Flora dan Merryweather  melanjutkan argumen mereka tentang gaun sang putri, mengubahnya menjadi merah muda dan biru dan kembali lagi. Putri Aurora dan Pangeran Phillip terus berdansa sepanjang malam itu dan hidup bahagia selamanya.

Uncategorized

Dongeng Putri Diomira

Kerajaan Bohemia di perintah oleh seorang raja yang sangat berkuasa yang mempunyai seorang putri. Putri itu bernama putri diomira. Banyak pangeran datang untuk melamarnya. Tapi diomira sangat pemilih. Pangeran yang ini terlalu tinggi dan terlalu kurus. Yang itu terlalu pendek dan terlalu gemuk. Yang lain telinganya terlalu lebar. Tak ada pangeran yang berkenan di hatinya. Dan raja semakin tua. “kau harus menikah, diomira,” kata raja. “aku membutuhkan seorang menantu untuk membantuku memerintah negeri ini, dan seorang cucu untuk meneruskan keturunanku.” Diomira mengeluh. Dia tahu, suatu saat kelak, dia harus menikah juga. Tapi dia ingin menikah dengan seorang pemuda yang tampan, pandai, dan bijaksana.

Dan sampai saat ini dia belum menemukan pilihan hatinya. baginya, mereka yang melamarnya semuanya membosankan. Diomira merencanakan untuk menunda pernikahan sampai dia menemukan pemuda yang berkenan di hatinya. “ayahanda,” katanya sambil tersenyum, “aku akan menikah dengan pemuda yang dapat memenangkan sayembaraku. Dia harus duduk diam dalam sebuah kamar bersamaku selama tiga jam dan tak boleh membiarkan ku keluar dari kamar itu.” Raja merasa lega. Sayembara itu nampaknya tidak sulit. Bagaimana seorang gadis bisa keluar dari kamar yang tertutup? Di perintahkannya beberapa pangeran mengikuti sayembara itu.

Tapi..sayembara itu tidaklah semudah yang di duga. Pelayan putri diomira adalah seorang tukang sihir. Dalam sekejap mata dia bisa mengubah diomira menjadi bunga, burung, atau binatang apapun juga. Pemuda- pemuda mencoba peruntungannya. Mereka duduk dalam kamar tertutup bersama diomira dan pelayannya. Meskipun mereka sudah mengawasi putri itu dengan cermat, selalu saja diomira berhasil keluar dari kamar itu.

Akhirnya datanglah pangeran Matias. dia datang bersama tiga pengawalnya yang sakti dan setia. Yang pertama bernama tangan panjang. Dia bisa menjangkau apapun, sejauh apapun. Yang kedua bernama lidah api. Dia bisa menghanguskan apa saja dengan nafas nya. Yang terakhir bernama mata elang. Matanya sangat awas. Pangeran matias yang tampan bersama ketiga pengawalnya duduk dalam kamar tertutup, menghadapi diomira dan pelayannya. Selama setengah jam, tak ada kejadian apa- apa. Kemudian, tiba- tiba pelayan diomira membisikkan mantera dan sang putri berubah menjadi apel, menggelinding ke bawah lemari. Begitu cepatnya sehingga tak seorangpun melihatnya. Tak seorangpun kecuali mata elang. Dia berbisik pada pangeran matias yang kemudian memerintah tangan panjang untuk mengambil apel itu dan meletakkan nya kembali di kursi diomira. Segera apel itu kembali berubah menjadi putri diomira.

Satu jam berlalu. Pangeran matias mulai bosan. Dia menguap. Segera pelayan diomira membisikkan mantra lain. Diomira berubah menjadi ikan emas yang berenang- renang dalam aquarium. Lagi lagi begitu cepat, sehingga hanya mata elang yang melihatnya. Dia berbisik pada sang pangeran. Kali ini pangeran matias berbisik ke telinga lidah api. Sambil menunjuk aquarium. Lidah api tersenyum di tiupnya aquarium itu sampai pecah dan airnya mendidih. Tangan panjang menangkap si ikan emas sebelum ikan itu jatuh ke lantai. Lalu meletakkannya keatas kursi. Si ikan emas menjelma menjadi putri diomira. Tiga jam hampir lewat. Nampaknya pangeran matias akan berhasil memenangkan sayembara.

Tapi… sekali lagi bibir pelayan diomira bergerak dan sang putri menjelma menjadi burung merpati, terbang melesat kearah jendela. Mata elang berbisik pada pangeran matias. Sang pangeran melompat berdiri, merenggang busur, dan dengan tepat memanah merpati itu pada kedua sayapnya. Dalam sekejap burung itu menjelma menjadi putri diomira. Sama sekali tak cedera. Waktu sudah habis. Pangeran matias menang. Diomira harus menikah dengannya. Raja penguasa bohemia, ayah putri diomira sangat gembira. Pangeran matias adalah putra seorang raja yang terhormat dan kaya raya. Diapantas menjadi menantunya. Lagipula sesungguhnya putri diomira tak menyesal karena pangeran matias memenangkan sayembaranya. Selain tampan, pangeran itu juga sangat cerdik. Gaun pengantin yang di kenakan diomira sangat indah, dan pesta berlangsung meriah berhari hari. Rakyat yang miskin juga diundang. Mereka di beri anggur serta makanan yang lezat- lezat.Seluruh penduduk bergembira. Akhirnya pengeran matias menyuruh pelayan diomira untuk beristirahat dan tinggal dalam sebuah pondok yang menyenangkan di pedesaan. Yah… menurut pangeran matias dia tak akan hidup tenang jika ada pelayannya yang merangkap jadi tukang sihir.