Uncategorized

Dongeng Sleeping Beauty (Putri Tidur) 

Dongeng Sleeping Beauty atau dalam bahasa Perancis : “La Belle au bois dormant” kisah aslinya diterbitkan Charles Perrault pada tahun 1697. Kisah ini juga diterbitkan oleh Grimm Brothers dengan judul “Little Briar Rose” yang dalam bahasa Jerman : “Dornröschen”.

Plot :

Raja Stefan dan Ratu Leah berbahagia menantikan kelahiran putri mereka, Putri Aurora. Setelah Putri Aurora dilahirkan, Raja mengadakan pesta besar dan upacara pembaptisan bagi sang putri kecil. Pada pesta ini,  sang putri kecil ditunangkan dengan Pangeran Phillip. Pangeran Phillip adalah putra dari Raja Hubert, pertunangan ini diadakan agar kerajaan mereka selalu bersatu. 

Diantara para tamu ada tiga peri baik yang bernama Flora,  Fauna dan Merryweather, yang datang untuk memberkati sang putri kecil dengan keajaiban.  Flora memberikan berkat keindahan dan Fauna memberikan suara yang merdu. Tepat sebelum Merryweather dapat memberikan berkatnya untuk sang putri kecil,  peri jahat tiba – tiba muncul. Peri jahat Maleficent marah dan kecewa tidak diundang dalam pesta kerajaan, Maleficent mengutuk sang putri dan mengatakan bahwa sebelum matahari terbenam pada hari ulang tahun ke enam belas, sang putri akan menusukkan jarinya pada alat pemintal benang pada poros roda yang berputar dan mati. Setelah peri jahat tertawa senang,  peri baik Merryweather menggunakan sihirnya untuk melemahkan kutukan sehingga Aurora tidak mati namun akan masuk ke dalam tidur panjang dan hanya dapat dibangunkan oleh ciuman cinta sejati. 

Raja Stefan takut akan kutukan yang membuat putrinya tertidur untuk selamanya,  maka sang Raja memerintahkan seluruh kerajaan untuk mengumpulkan alat pemintal benang dan membakarnya. Peri – peri baik tidak yakin ini cukup untuk menjaga Putri Aurora tetap aman,  sehingga mereka membawa Putri Aurora ke pondok kecil di hutan, peri – peri hidup sebagai manusia untuk menjaga Putri Aurora sampai hari ulang tahunnya yang ke enam belas. 

Bertahun – tahun kemudian, Putri Aurora yang selama ini hidup bersama peri, diberi nama Briar Rose,  ia telah tumbuh menjadi seorang gadis muda yang sangat cantik. Pada hari ulang tahunnya yang ke enam belas, ketiga peri meminta Rose untuk mengumpulkan buah di hutan sehingga mereka dapat mempersiapkan pesta kejutan untuknya. Sementara itu,  Maleficent terus mencari cari dan mengutus gagaknya Diablo juga pasukan jahatnya untuk menemukan Aurora. Mereka terus mengalami kegagalan dalam pencarian di seluruh kerajaan selama enam belas tahun. 

Di hutan, terdengar suara nyanyian Rose, suara merdu itu menarik perhatian Pangeran Phillip yang saat ini telah dewasa dan menjadi seorang pemuda tampan. Mereka jatuh cinta saat bertemu,  tanpa mengetahui bahwa mereka telah bertunangan bertahun – tahun yang lalu. Mereka berkenalan dan Rose menunjukkan letak pondok kecil tempat tinggalnya, tanpa sempat memberitahu nama masing – masing. 

Ketiga peri mengalami kesulitan dalam menjahit gaun pesta untuk Rose dan menyipkan kue ulang tahun tanpa sama sekali menggunakan keajaiban sihirnya. Saat mereka berebut menentukan warna gaun Rose, asap yang keluar dari cerobong pondok menarik perhatian Diablo. Rose tiba dan peri mulai menceritakan kebenaran tentang kerajaan, pesta, pertunangannya dengan pangeran, dan Rose pun menyampaikan kejadian yang baru saja dialaminya, ketiga peri yang mendengar cerita Rose mengenai cinta yang baru saja ditemuinya, tentu tidak setuju. Rose patah hati lalu segera pergi meninggalkan pondok. Diablo si gagak yang mendengar perbincangan itu pergi memberitahukan apa yang didengarnya kepada Maleficent. 

Pada saat yang sama, Pangeran Phillip memberitahu ayahnya tentang seorang gadis di pondok kecil di hutan yang ia temui dan ia sangat jatuh hati pada gadis itu. Raja Hubert yang bijaksana itu gagal untuk meyakinkan pangeran mengenai pertunangannya dan meninggalkannya dalam kekecewaan.

Pada malam itu,  Maleficent memancing Putri Aurora untuk datang ke istana. Maleficent membuat sang putri menemukan alat pemintal benang, menusuk jarinya pada poros roda yang berputar dan membawa Putri Aurora ke dalam tidur panjang. Peri jahat menempatkan Putri Aurora di tempat tidur di menara tertinggi istana dan memberikan sihir pada semua orang di istana agar tertidur pulas. 

Flora menyadari bahwa Pangeran Phillip adalah orang asing yang ditemui dan dicintai Putri Aurora.  Namun,  Pangeran Phillip telah disergap dan diculik oleh Maleficent dan pasukannya. Mereka membawa pangeran ke kastil di Gunung Terlarang dan memenjarakannya di ruang bawah tanah. Maleficent menunjukkan pada Pangeran Philip bahwa gadis yang dicintainya sekarang telah tidur untuk selamanya. Maleficent berencana memenjarakan pangeran hingga ia menjadi pria tua yang lemah dan renta, agar pangeran tidak dapat membebaskan sang putri tidur dari kutukan. 

Setelah peri jahat pergi dari kastil, ketiga peri baik yang baru saja tiba segera menemukan dan melepaskan Pangeran Phillip, mempersenjatai pangeran dengan Pedang Kebenaran dan Tameng Kebajikan. Peri dan pangeran melarikan diri dari kastil, berangkat menuju istana dimana Putri Aurora berada. Merryweather mengubah Diablo menjadi batu, tapi Diablo telah memberi peringatan kepada Maleficent untuk datang. Maleficent mencoba menghentikan mereka dengan serangkaian petir, dan menyihir hutan duri untuk mengelilingi istana,  tapi semua usahanya gagal.  Saat di gerbang istana Maleficent berubah menjadi raksasa naga untuk melawan pangeran. Pertempuran mencapai tebing,  saat semburan api naga jahat itu menyebabkan pangeran kehilangan perisai. Ketiga peri terbang memberi bantuan pada Pangeran Phillip, memberkatinya dengan semua sihir mereka, kemudian pangeran melempar pedang langsung ke jantung Maleficent. Karena terluka parah, Maleficent jatuh dari atas tebing. 

Ketika peri jahat musnah,  hutan duri menghilang. Pangeran dan ketiga peri masuk ke istana. Di menara tertinggi pangeran menemukan cinta sejatinya, masih tertidur. Dia mencium Putri Aurora dan putri terbangun, kutukan pun hilang dan semua orang diistana pun bangun dari tidurnya. Putri Aurora bertemu kembali dengan orangtuany dan memeluk mereka dengan kehangatan. 

Putri Aurora berdansa dengan Pangeran Phillip di ruangan istana, sementara Flora dan Merryweather  melanjutkan argumen mereka tentang gaun sang putri, mengubahnya menjadi merah muda dan biru dan kembali lagi. Putri Aurora dan Pangeran Phillip terus berdansa sepanjang malam itu dan hidup bahagia selamanya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s